![]() |
| Ilustrasi: Konsultasi Ruqyah Akhwat |
Menurut Lewis R.Wolberg.Mo (1997) dalam bukunya yang berjudul The Technique of Psychotheraphy mengatakan bahwa:
"Psikoterapi adalah perawatan dengan menggunakan alat-alat psikologis terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan profesional dengan pasien,yang bertujuan: (1) Menghilangkan,mengubah atau menemukan gejala-gejala yang ada,(2) memperantai (perbaikan) pola tingkah laku yang rusak,dan (3) meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan kepribadian yang positif".
Essensi psikoterapi (termasuk juga konseling) sebagai suatu bentuk bantuan yang diberikan seseorang kepada orang lain yang mempunyai problema psikologis bukanlah monopoli masyarakat Barat (modern) saja. Berbagai bentuk bantuan tersebut sebenarnya dapat ditemui pada setiap masyarakat dari berbagai budaya.
Dalam perspektif bahasa kata psikoterapi berasal dari kata "psyche" dan "theraphy" Psyche mempunyai beberapa arti, antara lain (dalam Hamdani, 2001):
1. Dalam mitologi Yunani, psyche adalah seorang gadis cantik yang bersayap seperti sayap kupu-kupu. Jiwa digambarkan berupa gadis dan kupu-kupu simbol keabadian.
2. Menurut Freud, merupakan pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan psikologis terdiri dari bagian sadar (CONSCIOUS) dan bagian tidak sadar (UNCONSCIOUS).
3. Dalam bahasa Arab psyche dapat dipadankan dengan "Nafs" dengan bentuk jamaknya "anfus" atau "nufus"; memiliki beberapa arti, diantaranya; jiwa, ruh, darah, jasad, orang, diri dan sendiri.
Adapun kata "therapy" (dalam bahasa Inggris) berarti makna pengobatan dan penyembuhan, sedangkan dalam bahasa Arab kata therapy sepadan dengan Syifa'un yang artinya penyembuh. Sedangkan Ruqyah adalah berasal dari bahasa Arab yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah jampi atau mantra.
Jadi definisi psikoterapi ruqyah adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan kata lain psikoterapi ruqyah berarti suatu terapi penyembuhan dari penyakit fisik maupun gangguan kejiwaan dengan psikoterapi dan konseling Islami dan menggunakan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan do'a-do'a Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dalam masyarakat Islam, praktek psikoterapi juga telah diterapkan, bahkan ada yang sudah dilembagakan salah satunya Psikoterapi Ruqyah yang dilakukan Tim Ruqyah Majalah Ghoib yang sudah membuka cabang pengobatan Psikoterapi Ruqyah diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Yogyakarta. Fungsi sebagai psikoterapis (dan konselor) banyak diperankan oleh tokoh agama atau ulama, ustadz, yang sering meruqyah dengan ruqyah syar'iyyah.
Kita sebagai umat Islam harus mencontoh pribadi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setiap tindakan dan perbuatan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan pada diri kita cara-cara untuk menghadapi penyakit fisik, ataupun gangguan kejiwaan yang mengganggu yaitu dengan ruqyah.
Kebolehan menggunakan ruqyah ini sudah ada dasarnya berasal tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sunnah qauliyah (sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), sunnah fi'liyah (perbuatan beliau), dan sunnah
taqririyah (pengakuan atau pembenaran beliau terhadap jampi-jampi yang dilakukan orang lain).
Ibnu Qayyim Al jauziah dalam kitab At Tibbun Nabawi menyebutkan, bahwa pengobatan yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap suatu penyakit ada tiga macam. Yaitu : dengan pengobatan alami, pengobatan Ilahi (ruqyah) dan dengan gabungan dari keduanya.
Diriwayatkan dari 'Utsman ibn Abi al-'Ash ats-Tsaqafi mengenai terapy ruqyah untuk mengobati penyakit fisik bahwa ia berkata,"Aku telah datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengadukan sebuah penyakit yang hampir saja membinasakanku. Maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku, "letakkanlah tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit,lalu bacakanlah:
"Dengan nama Allah (7kali) aku berlindung kepada Allah dan kodrat-Nya dari kejahatan berbagai penyakit, baik penyakit yang sedang menimpaku maupun yang akan datang."
'Utsman ibn Abi al-Ash melanjutkan,"Maka aku amalkan petunjuk Rasulullah tersebut sehingga Allah SWT menghilangkan penyakit itu dariku."
Diriwayatkan mengenai terapy ruqyah untuk mengobati gangguan kejiwaan bahwa Ubay ibn Ka'ab berkata: Ketika aku berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datanglah seorang Arab Badui menemui beliau seraya berkata,:Wahai nabi Allah! Sesungguhnya saudaraku sedang sakit."Apa sakitnya" balas Beliau. Ia menjawab,"Ia terkena gangguan jiwa, wahai nabi Allah." Kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lagi, "Bawa saudaramu itu kesini!"Maka orang itu pun membawakan saudaranya itu kehadapan baliau. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah untuk diri saudaranya itu dengan membacakan surah al-Fatihah, empat ayat pertama dari surah al-Baqarah, dua ayat pertengahan darinya, yaitu ayat yang ke-163 dan ke-164, ayat Kursi, dan tiga ayat yang terakhir dari surat al-Baqarah tersebut. Kemudian ayat yang ke-18 dari surah Ali 'Imram, ayat yang ke-54 dari surah al-A'araf, ayat yang ke-116 dari surah al-Mu'minun, ayat yang ketiga dari surah al-Jin, sepuluh ayat pertama dari surah ash-Shaffat, ayat yang ke-18 dari surah Ali 'Imran, tiga ayat terakhir dari surah al-Hasyr, surah al-Ikhlas, dan mu'awwidzatain (surah al-Falaq dan an-Nas)."
Psikoterapi ruqyah dapat dikatakan sebagai komunikasi Ilahiah yang antara lain aspeknya berupa dzikir dan doa.
a. Dzikir
Secara harfiah dzikir berarti ingat. Dalam hal ini yang dimaksud adalah ingat pada Allah.Ada banyak bentuk amalan dzikir, salah satunya adalah membaca ayat-ayat suci Ak-Qur'an. Dengan berdzikir hati menjadi tenang sehingga terhindar dari kecemasan . Al-Qur'an sendiri menerangkan hal ini dalam surat Ar Ra'd ayat 28 yang berbunyi:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ٢٨
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
b. Do'a
Dalam Al-Qur'an juga terdapat bacaan yang mengandung ayat-ayat berupa do'a yang disebut dengan do'a Qur'ani. Hawari (dalam perkawinan dan keluarga,1997) mengatakan do'a dalam kehidupan seseorang muslim menempati posisi psikologis yang strategis sehingga bisa memberi kekuatan jiwa bagi yang membacanya. Do'a mengandung kekuatan spiritual yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme yang keduanya merupakan hal yang mendasar bagi penyembuhan suatu penyakit. Dengan berdo'a, ibadah mempunyai roh dan kerja atau amal memiliki nilai modal spiritual.
Melakukan psikoterapi ruqyah secara teratur adalah salah satu manifestasi dari menjalani kehidupan secara reigius dan banyak mengandung aspek psikologis didalamnya. Bahkan bagi seorang muslim, ini tidak hanya sebagai amal dan ibadah, namun juga menjadi obat dan penawar bagi seseorang yang gelisah jiwanya dan tidak sehat secara mental.
Dalam Al-Qur'an banyak diutarakan ayat-ayat mengenai obat (syifa'un) bagi manusia yang disebut dalam Al-Qur'an, diturunkan untuk mengobati jiwa yang sakit, seperti pada ayat-ayat Al-Qur'an berikut:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ٥٧ (يونس/10:57)
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. (Yunus/10:57)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ٨٢ (الاسراۤء/17:82)
Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. (Al-Isra'/17:82)
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨ (الرّعد/13:28)
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (Ar-Ra'd/13:28)
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ ۗ ءَاَ۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ ࣖ ٤٤ (فصّلت/41:44)
Seandainya Kami menjadikannya (Al-Qur’an) bacaan dalam bahasa selain Arab, niscaya mereka akan mengatakan, "Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan (dengan bahasa yang kami pahami)?" Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan (rasul adalah) orang Arab? Katakanlah (Nabi Muhammad), "Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-Qur’an).673) Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.". (Fussilat/41:44)
Dalam pemahaman agama Islam kalbu atau jiwa merupakan pusat dari diri manusia. Segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia berpangkat pada kalbu. Ini sesuai dengan salah satu arti kata qalb menurut Moniuddin (1985) yaitu inti, pusat, sentral. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa berbagai bentuk gangguan jiwa berpangkal dari kalbu yang didominasi oleh dorongan hawa nafsu negatif (iri, dengki, memaksakan kehendak, anti sosial, dorongan berbuat kejahatan) dengan kata lain mempunyai hati yang sakit. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa dalam diri manusia ada "segumpal daging" (menunjuk aspek fisik dari kalbu), yang jika"daging" itu baik atau sehat maka baiklah (sehatlah) seluruh diri manusia dan sebaliknya; "daging itu tidak lain adalah kalbu (aspek rohani manusia).
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berbagai bentuk gangguan mental berpangkal pada aspek kalbu sebagai pusat dari diri manusia. Ini sama sekali bukan berarti psikoterapi Islam dalam hal ini psikoterapi ruqyah mengesampingkan peranan dimensi fisik, psikologis dan sosial. Suatu bentuk gangguan mental (psikopatologi) bisa juga berpangkal pada dimensi fisik, psikologis atau sosial. Maka peran agama Islam dalam terapi ruqyah lebih memfokuskan pada dimensi spiritual (dengan
memberikan Psikoterapi dan konseling secara Islami dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan doa-doa Rasulullah) selain dimensi fisik, psikologis atau sosial.



Silahkan sampaikan komentar anda dalam bahasa yang santun, dan tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata kotor, menyinggung dan menyerang pihak tertentu. dan dilarang keras mengirim link spam. terimakasih
0 Komentar